Pages

05 December 2018

Menjadi Pembawa Damai Sejahtera

Tuhan Allah, Allah yang kekal, Alfa dan Omega, menggenapi janji-Nya akan datangnya seorang juruselamat. Semua telah ada dalam rancangan-Nya bahkan sebelum dunia diciptakan. Kuasa iblis tidak dapat menghalangi rencana-Nya. Kehendak-Nya yang kudus tidak dapat terhalangi, sebab kasih-Nya besar dan tak terselami. (Kejadian 3:15) Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." (Yohanes 3:16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Lukas 2:11) Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Kita mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menggenapi janji-janjiNya dengan mengutus anakNya yang tunggal. Dalam Yesus Kristus ada hidup, maut telah ditaklukkan dan kita telah didamaikan dengan Tuhan Allah. (2 Kor 5:20) Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus telah dyatang dan damai sejahteranNya dicurahkan bagi kita. (Lukas 2:14) Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya. Sebagai orang-orang yang telah menerima kasih karunia Allah, anugerah keselamatan, dan telah didamaikan dengan Allah sehingga damai sejahtera dilimpahkan dalam hidup kita, sekarang kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai sejahtera itu di bumi ini. Damai sehahteraNya hanya bagi manusia yang berkenan kepada-Nya. Maka, bila terjadi kebencian, marilah kita menjadi pembawa cinta kasih bila terjadi penghinaan, marilah kita menjadi pembawa pengampunan bila terjadi perselisihan, marilah kita menjadi pembawa kerukunan bIla terjadi kesesatan, marilah kita menjadi pembawa kebenaran bila terjadi kebimbangan, marilah kita menjadi pembawa kepastian bila terjadi keputus-asaan, marilah kita menjadi pembawa pengharapan bila terjadi kegelapan, marilah kita menjadi pembawa terang bila terjadi kesedihan, marilah kita menjadi pembawa sukacita Marilah kita menjadi penghibur daripada dihibur, mengerti daripada dimengerti, mengasihi daripada dikasihi. Dan semuanya yang kita lakukan itu hanya untuk kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi.