Pages

20 January 2019

Belajar Berdoa Yang Baik

BELAJAR BERDOA YANG BAIK

Gerakan rohani terbesar sepanjang sejarah gereja dibangun di atas dasar doa. Hal ini diawali oleh Tuhan Yesus sendiri yang memulai segala sesuatunya dengan doa. Hal yang paling mudah dan paling sederhana dalam kekristenan adalah doa. Tapi hal yang paling rumit sampai seorang Farisi dan Ahli Taurat pun ditegur Tuhan Yesus karena doa mereka yang munafik dan bertele-tele (Mat 6:5-8). 

Pertanyaan yang selalu diberikan adalah: “Bagaimana doa yang baik itu?”

Sebenarnya tidak pernah kita sanggup untuk melakukan doa yang berkenan di hadapan Allah. Kedagingan dan kemunafikan kitalah yang menjadi penghambat kita untuk dapat mengahampiri tahkta Allah tanpa cela. Yang bisa kita lakukan hanyalah: “Tuhan ajarilah kami berdoa!” (Luk 11:1) sambil terus–menerus kita melatih diri dalam doa-doa kita yang tak putus-putusnya.

Doa yang penuh kuasa adalah doa yang dinaikkan dengan penuh iman. Iman yang dimaksudkan bukanlah kita mengimani perasaan-perasaan kita, keinginan-keinginan kita, atau akal pikir kita sendiri. Tetapi iman yang benar adalah mengimani yang Allah sendiri ingin kita imani. Artinya, bukan mempercayai sesuatu berdasarkan suka atau tidak sukanya kita, melainkan mempercayai apa yang menjadi keputusan Allah atas diri kita. Doa haruslah diutarakan sesuai dengan kehendak Allah sendiri. Itulah doa yang penuh kuasa dan pasti terjadi.

Oleh karena itu, beberapa hal perlu diperhatikan berkaitan dengan doa: 

Pertama, bukan terpusat pada kata-kata yang indah dan bagus sebuah doa itu berkenan di hati Allah, melainkan pada kemurnian hati yang percaya pada Allah sehingga tercetus melalui kata-kata kita. 

Kedua, bukan pada panjang atau pendeknya sebuah doa, melainkan pada pergumulan yang kita serahkan pada Allah. Ingat, Tuhan Yesus berdoa lama di Taman Getsemani sampai murid-murid tertidur kelelahan menanti selama Yesus berdoa.

Ketiga, bukan pada sistematisnya isi doa, melainkan pada keyakinan sang pendoa bahwa doanya didengar dan dijawab oleh Tuhan (bdk. Yak 5:16). Dengan demikian, doa merupakan seni iman itu sendiri untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

DOA: Tuhan, ajari terus kami untuk berdoa, Roh Kudus bantulah kami untuk berdoa sesuai dengan kehendakMu. Kiranya hidup kami dipenuhi sukacita karena iman kami yang timbul dari pendengaran akan firman dan doa, Amin.