08 January 2019

Csrilah Dahulu KerajaanNya

“Cari Dahulu Kerajaan-Nya”

Jika misi Kristus kepada kita adalah “carilah dahulu kerajaan Allah,” bagaimana mungkin pernikahan yang langgeng dan mengutamakan Tuhan tidak ditandai oleh misi? Kita tidak diminta untuk mencari dahulu pernikahan yang intim, hidup bahagia, anak yang taat, atau hal lainnya. Yesus meminta kita untuk mencari dahulu satu hal, dan hanya satu hal: Kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya (dua kata tersebut saling mendefinisikan dan membangun, menciptakan satu tujuan yang sama). Pernikahan yang langgeng tidak hanya didukung oleh pengutamaan kerajaan tersebut, tapi dalam banyak hal, pengutamaan tersebut adalah prasyarat untuk keintiman setelah pernikahan.

Hidup dan pernikahan yang tanpa tujuan akan kehilangan banyak kilauannya. “Kita merindukan hal-hal berikut: bekerja sama, saling berkaitan, bekerja seperti tim pendaki gunung, mendaki ke puncak impian kita, dan kemudian berpegangan tangan di saat hari berakhir. Tuhan menanamkan kerinduan ini jauh di dalam hati setiap pasangan yang menikah. Melebihi kerinduan akan persahabatan. Melebihi kerinduan untuk membentuk hidup baru. Ini merupakan kerinduan yang ketiga, kerinduan untuk melakukan sesuatu yang signifikan bersama. Menurut Firman Tuhan, kita dipersatukan untuk membuat perbedaan. Kita menikah untuk sebuah misi.”

Dengan “menikah untuk misi”, kita dapat menghidupkan kembali banyak pernikahan, di mana pasangannya berpikir bahwa mereka menderita karena ketidakcocokan; dugaan saya adalah banyak dari pasangan tersebut sesungguhnya menderita karena tidak memiliki tujuan. Perkataan Yesus yang ditujukan kepada setiap pribadi dalam Matius 6:33 mungkin lebih mengena dalam pernikahan. Ketika kita kehilangan nyawa kita, kita akan mendapatkannya. Saat kita berfokus pada hal-hal di luar pernikahan kita, pada akhirnya justru akan menguatkan pernikahan kita.

* Apakah pernikahan Anda memiliki misi? Bagaimana Anda dan pasangan Anda bisa menjalani hidup dengan misi sebagai pasangan?