Pages

17 January 2019

Mengasihi yang Tak Mengasihi

“Mengasihi yang Tak Mengasihi”

Upah kita besar, kata Yesus, bukan ketika kita mengasihi orang yang mengasihi kita, tapi ketika kita mengasihi “yang tak tahu berterima kasih dan yang jahat” seperti yang Tuhan lakukan.

Bila Anda menikah dengan pasangan yang paling saleh, baik, pemurah, dan perhatian yang pernah ada, itulah yang menjadi upah Anda. Tidak ada kredit tambahan di surga karena telah menikmati pernikahan yang langgeng dibanding kebanyakan orang lain. Jadi Anda akan mempunyai puluhan tahun yang menyenangkan, sementara orang lain sedang menimbunnya untuk kekekalan.

Jika, misalnya, pasangan Anda tidak menghargai Anda, mungkin Anda tidak pernah diharga di bumi ini, tetapi harinya akan tiba—Yesus berjanji!—ketika Anda melihat Bapa Mertua Surgawi, muka-bertemu-muka, dan Dia berkata, “Kau mengasihi anakku dengan begitu baik, walaupun Aku tahu dia tidak pernah mengerti betapa diberkatinya dia karena telah menikah denganmu. Sekarang, mari Aku perlihatkan bagaimana Aku memberikan upah kekal pada orang yang mengasihi dalam nama-Ku. Terimalah upahmu, masuklah ke dalam perhentianmu!”

Mengertikah Anda, dengan mempercayai hal tersebut akan mengubah cara kita mendefinisikan "hari yang baik" di bumi saat ini? Kita akan mencari kesempatan untuk mengasihi, melayani, memperhatikan, mendorong, dan menghargai, dibanding terobsesi dengan sebaik apa pasangan kita mengasihi, melayani, memperhatikan, mendorong, dan menghargai kita. Hal ini akan mendorong kalian semua yang tidak dihargai. Mari kita jujur saja: beberapa di antara Anda menikahi orang bodoh. Saya tak bermaksud untuk kurang ajar, tetapi Alkitab berkata memang ada orang bodoh, bukan? Tampaknya, seseorang pastinya menikahi mereka. Mungkin Anda salah satunya. Dari sudut pandang dunia, hal itu sia-sia. Dari sudut pandang kekekalan, Anda berkesempatan untuk melakukan percakapan yang mendebarkan dan memuaskan di kursi pengadilan Kristus.

* Bagaimana perikop ini mendorong Anda untuk mengasihi pasangan Anda walaupun sulit? Bagaimana pelajaran ini berdampak pada cara Anda menjalani hidup sehari-hari dengan pasangan Anda?