08 May 2019

Senyum pada saat mengalami kekalahan

sabdaNya - Jalur cepat Indianapolis adalah jalur balap mobil yang terkenal di dunia. Itu adalah tempat di mana balap mobil sejauh 500 mil diadakan setiap tahunnya. Melaju dengan kecepatan tinggi sejauh 500 mil merupakan sebuah ujian yang sangat melelahkan, yang akan melahirkan cerita mengenai para pahlawan.

Ini adalah kisah mengenai Ralph de Palma, yang merupakan pembalap mobil yang hebat pada tahun 1912. Ia memiliki kesempatan yang besar untuk menang. Ketika lomba dimulai, ia telah melaju di depan para lawan-lawannya. Ia memimpin pertandingan sampai sekitar 5 mil lagi sebelum garis akhir. Kesuksesan dan hadiah uang sebesar $35,000 sudah hampir berada di tangannya.

Tiba-tiba sesuatu terjadi pada mesin mobilnya. Para mekaniknya melompat untuk mencari kerusakan di mobil Palma. Pasti itu bukanlah sesuatu yang serius. Pasti itu adalah sesuatu yang bisa diperbaiki. Palma dan para mekanik mendorong mobil ke luar jalur balap agar tidak menghalangi mobil-mobil lain. Akan tetapi tiba-tiba saja sebuah mobil melintas untuk mengambil hadiah yang hampir berada di genggaman Palma. Itu merupakan sebuah kekecewaan yang besar.

Apakah Anda bisa membayangkan apa yang dilakukan oleh Palma? Ia memandang ke atas dan tersenyum kepada kerumunan orang-orang. Senyuman di tengah-tengah situasi seperti ini menunjukkan bahwa Palma adalah seorang pahlawan lebih dari semua kemenangan-kemenangannya. Ia dapat tersenyum di tengah-tengah kekalahan.

Seorang yang mampu tersenyum di saat kekalahan dan mampu untuk tidak menyalahkan situasi yang ada adalah seorang yang melebihi pemenang. Kita sering berkata bahwa dalam Tuhan kita lebih dari pemenang. Namun jika kita masih suka menyalahkan situasi sebagai alasan kekalahan kita dan sulit untuk bersyukur dan menerima kondisi yang ada, kita belum bisa dikatakan lebih dari pemenang. Mari kita belajar untuk bersyukur dan berlapang-dada.

Tuhan akan mengajarkan sukacita yang sesungguhnya di tengah-tengah kesedihan. (Rick Warren)