07 May 2019

Wajah yang berseri-seri yang mengungkapkan rahasia

sabdaNya - Kisah ini adalah cerita mengenai permulaan perusahaan pertambangan Anaconda. Sekelompok orang yang berharap menemukan emas melakukan perjalanan dari Bannock, Montana. Mereka harus melewati kesukaran-kesukaran. Beberapa dari teman mereka meninggal dunia di dalam perjalanan. Orang-orang India mengalahkan mereka dan mengambil kuda-kuda mereka yang baik. Patah semangat, mereka pun mencari jalan untuk kembali ke Bannock.

Ketika mereka sedang berjalan pulang, salah satu dari mereka mengambil sebuah batu kecil dari sungai. Ketika memecahkan batu karang dengan kapak, ia berkata, “Mungkin saja ada emas di sini.” Mereka menemukan emas di sungai yang sama, dan menyadari bahwa mereka bisa mendapatkan 50 dollar – jumlah yang cukup besar pada saat itu. Mereka berkata, “Kita akan menjadi kaya raya!”

Ketika mereka pulang ke Bannock, mereka berjanji untuk tidak mengatakan apa-apa mengenai temuan emas itu, dan mereka memegang janji tersebut. Dengan diam-diam mereka memperlengkapi diri mereka dengan persediaan yang diperlukan untuk perjalanan berikutnya. Akan tetapi ketika mereka siap untuk melakukan perjalanan, 300 orang mengikuti mereka. Siapa yang telah memberitahu orang-orang tersebut? Tidak ada! Penulis dari kejadian itu bercerita mengenai hal ini, “Wajah mereka yang berseri-seri telah mengungkapkan rahasia mereka.”

Secerdas apapun kita menyimpan rahasia tentang sebuah kebahagiaan, kita tidak akan dapat menutupinya; karena suasana hati kita yang bergembira akan membuat kita untuk tampil dengan lebih cerah dan berbeda di depan orang banyak. Atmosfir yang baru seperti ini akan membuat semua orang heran dan menjadi ingin tahu. Jika kita sadar betapa berharganya kita bagi Tuhan, pastilah hati kita akan berbahagia, dan itu akan timbul pada raut wajah kita. Dan di saat orang banyak itu penasaran dan ingin tahu alasan kita, itulah kesempatan kita bersaksi tentang kebaikan Tuhan.

Sukacita adalah hidup dalam kelimpahan, luapan yang tidak bisa dibatasi hanya untuk satu orang saja. (Eugene Peterson)